Kalau
besar nanti kamu mau jadi apa?
Seorang gadis berusia
19tahun termenung didalam kamarnya, sudah hampir setahun ini ia tak pernah
memperlihatkan senyumnya, ia merasa dirinya tak seberuntung teman temannya yang
bisa menikmati masa remaja yang indah.
Dia miskin, hingga ia tak
bisa melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi, padahal ia adalah
murid yang pintar dan rajin tetapi ia tak mempunyai kesempatan. Ia tak punya
teman, ia sulit bersosialisasi karena kelainan yang ia tak mengerti apa dan mengapa,
mungkinkah itu terjadi karna tekanan yang selalu diterimanya? Ia tak tau.
Dia juga tak kunjung
mendapatkan pekerjaan setelah kelulusannya karena kondisi kesehatannya yang tak
memungkinkannya untuk bekerja. Lengkap sudah penderitaannya, walaupun orang
tuanya tak keberatan dengan kondisinya ia tetap merasa tertekan, dia merasa tak
berguna dan hanya menjadi beban bagi keluarganya. Dia harus apa? Gadis itu
hanya menghela nafas pasrah.
Hingga tiba tiba ia teringat
masa kecilnya, dulu setiap kali ada orang yang bertanya padanya “Kalau besar
nanti kamu mau jadi apa?” dia selalu menjawab “aku ingin menjadi wanita” dengan
semangat 4 5. Gadis itu tersenyum, kemudian tertawa karena ingat tingkah
konyolnya “apa apaan aku ini, bukannya menjawab ingin jadi dokter, guru atau
orang kaya malah ingin jadi wanita, konyol sekali” pikirnya.
Tapi tunggu, gadis itu tiba
tiba saja terhenyak, dia terdiam cukup lama untuk membongkar kemballi ingatan
maasa kecilnya. Tak lama setelah itu ingatan demi ingatan masa lalunya mulai bermuculan,
dia ingat saat ibunya berkata “suatu saat nanti jadilah manusia” dan dengan
penuh rasa heran ia bertanya “kok manusia, kita kan memang manusia” ibunya menjawab
“bagi ibu orang yang tak bahagia dalam hidupnya belum menjadi manusia”.
Gadis itu mulai meneteskan
air mata, ia baru menyadari kegagalannya untuk menjadi wanita, dia terlalu
sibuk meratapi nasibnya dan mengeluhkan keadaannya hingga ia lupa keinginannya
untuk menjadi wanita. Wanita yang menurutnya adalah orang yang hebat karena
bisa membuat hidupnya bahagia dan orang yang bisa melewati segala cobaan yang
menghampirinya tanpa harus menanggalkan kebahagiaan.
Sejak saat itu, gadis itu
mulai kembali menata hidupnya, memperbaiki sudut pandangnya dan mengelola
perasaannya. Ia baru sadar kebahagiaan begitu mudah diraihnya, kini dia mengisi
waktu kosong yang biasa ia gunakan untuk mengeluh untuk melakukan hal hal yang
dia sukai, dia membantu orang tuanya meringankan beban mereka tanpa harus
bekerja pada orang lain, tanpa teman ia masih memiliki adiknya yang berumur tak
terpaut jauh darinya, dan ia mencari ilmu tanpa harus memaksa orang tuanya
untuk menyekolahkannya lebih tinggi.
0~~0~~0
“bagi yang merasa hidupnya
serba susah, jangan menyerah dan mengeluh, tetap lah berusaha, selama kau
menikmati prosesnya semuanya akan terasa lebih mudah dan yakinlah pada akhir
yang indah”
“bagi yang merasa memiliki
segalanya tapi kau tak menikmatinya, bersyukurlah karena kau mendapatkan
anugrah yang luar biasa”
Dibalik kejadian selalu ada
pelajaran yang bisa kita ambil, dalam hal negatif sekalipun masih terdapat hal
positif. Untuk itu cobalah untuk mengambil hikmahnya, dengan berpikir positif
kebahagiaan akan menghampirimu, saat kebahagiaan menghampirimu kau bisa
berpikir untuk lebih maju, dan saat kau berpikir lebih maju kau akan melihat
kesempatan kesempatan didepan matamu, dan kesempatan itu bisa kau gunakan untuk
meraih tujuanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar