Minggu, 16 Maret 2014

Kalau besar nanti kamu mau jadi apa?

Kalau besar nanti kamu mau jadi apa?

Seorang gadis berusia 19tahun termenung didalam kamarnya, sudah hampir setahun ini ia tak pernah memperlihatkan senyumnya, ia merasa dirinya tak seberuntung teman temannya yang bisa menikmati masa remaja yang indah.
Dia miskin, hingga ia tak bisa melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi, padahal ia adalah murid yang pintar dan rajin tetapi ia tak mempunyai kesempatan. Ia tak punya teman, ia sulit bersosialisasi karena kelainan yang ia tak mengerti apa dan mengapa, mungkinkah itu terjadi karna tekanan yang selalu diterimanya? Ia tak tau.
Dia juga tak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah kelulusannya karena kondisi kesehatannya yang tak memungkinkannya untuk bekerja. Lengkap sudah penderitaannya, walaupun orang tuanya tak keberatan dengan kondisinya ia tetap merasa tertekan, dia merasa tak berguna dan hanya menjadi beban bagi keluarganya. Dia harus apa? Gadis itu hanya menghela nafas pasrah.

Hingga tiba tiba ia teringat masa kecilnya, dulu setiap kali ada orang yang bertanya padanya “Kalau besar nanti kamu mau jadi apa?” dia selalu menjawab “aku ingin menjadi wanita” dengan semangat 4 5. Gadis itu tersenyum, kemudian tertawa karena ingat tingkah konyolnya “apa apaan aku ini, bukannya menjawab ingin jadi dokter, guru atau orang kaya malah ingin jadi wanita, konyol sekali” pikirnya.
Tapi tunggu, gadis itu tiba tiba saja terhenyak, dia terdiam cukup lama untuk membongkar kemballi ingatan maasa kecilnya. Tak lama setelah itu ingatan demi ingatan masa lalunya mulai bermuculan, dia ingat saat ibunya berkata “suatu saat nanti jadilah manusia” dan dengan penuh rasa heran ia bertanya “kok manusia, kita kan memang manusia” ibunya menjawab “bagi ibu orang yang tak bahagia dalam hidupnya belum menjadi manusia”.
Gadis itu mulai meneteskan air mata, ia baru menyadari kegagalannya untuk menjadi wanita, dia terlalu sibuk meratapi nasibnya dan mengeluhkan keadaannya hingga ia lupa keinginannya untuk menjadi wanita. Wanita yang menurutnya adalah orang yang hebat karena bisa membuat hidupnya bahagia dan orang yang bisa melewati segala cobaan yang menghampirinya tanpa harus menanggalkan kebahagiaan.

Sejak saat itu, gadis itu mulai kembali menata hidupnya, memperbaiki sudut pandangnya dan mengelola perasaannya. Ia baru sadar kebahagiaan begitu mudah diraihnya, kini dia mengisi waktu kosong yang biasa ia gunakan untuk mengeluh untuk melakukan hal hal yang dia sukai, dia membantu orang tuanya meringankan beban mereka tanpa harus bekerja pada orang lain, tanpa teman ia masih memiliki adiknya yang berumur tak terpaut jauh darinya, dan ia mencari ilmu tanpa harus memaksa orang tuanya untuk menyekolahkannya lebih tinggi.

0~~0~~0

“bagi yang merasa hidupnya serba susah, jangan menyerah dan mengeluh, tetap lah berusaha, selama kau menikmati prosesnya semuanya akan terasa lebih mudah dan yakinlah pada akhir yang indah”

“bagi yang merasa memiliki segalanya tapi kau tak menikmatinya, bersyukurlah karena kau mendapatkan anugrah yang luar biasa”

Dibalik kejadian selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil, dalam hal negatif sekalipun masih terdapat hal positif. Untuk itu cobalah untuk mengambil hikmahnya, dengan berpikir positif kebahagiaan akan menghampirimu, saat kebahagiaan menghampirimu kau bisa berpikir untuk lebih maju, dan saat kau berpikir lebih maju kau akan melihat kesempatan kesempatan didepan matamu, dan kesempatan itu bisa kau gunakan untuk meraih tujuanmu.



Tidak ada komentar: